Langsung ke konten utama

Grounded Theory


 

Komentar

  1. hai kelompok 4, saya ijin bertanya ya... melihat masalah penelitian dalam grounded theory memungkinkan sekali peneliti akan menemukan sejumlah besar data dengan kategori dan hubungan antar kategori/ sub kategori yang banyak dan bervariasi… bagaimana caranya untuk melakukan seleksi data-data tersebut secara sistematis? mohon penjelasan kelompok. terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sesuai dengan desainnya yang begitu kompleks ya... maka tahap analisis data pada grounded theory dibuat sistematik dengan tahapn tahapan dari open coding lalu ke axial dan selective coding sampai dengan formulai atau pengembangan teori. dengan demikian pasti memerlukan kehati hatian dalam prosesnya sehingga memang memerlukan waktu yang tidak sebentar. semua data yang masuk di awal baik dari wawanca maupun sumber lainnya dianalisis melalui open coding dan jika masih dirasakan ada kekurangan maka bisa kembali mengambil data untuk melengkapi sehingga dapat diformulasikan coding yang fir dan relevan.

      Hapus
    2. Apakah bisa dengan menyederhanakan data dengan cara menggabungkan teori sehingga mengasilkan tema khusus, memang car aini sulit ya.. atau dengan identifikasi data dengan kalimat pendek yang berisi inti cerita atau data, sehingga pertanyaan apa yang tampak menonjol bisa terjawab

      Hapus
    3. Data-data yang ditemukan tentunya disederhanakan dengan mengelompokkan berdasarkan kategori-kategori. Kategori-kategori ini lah yang disebut koding. Koding-koding ini yang kemudian menjadi dasar membentuk konsep dan teori.

      Hapus
    4. Ya betul bu Imelda... Jadi mba Evin, proses Coding dalam grounded theory ini dibagi dalam 3 tahap yang dijelaskan oleh Bu Ani di atas. Menurut Glasser, tahap 1 yaitu "open coding", tujuannya untuk mengidentifikasi semua kata kunci dari data yang ditemukan. Tahap 2 "axial coding", tujuannya untuk mengumpulkan kode-kode yang sama isinya yang memungkinkan data dikelompokkan menjadi kategori yang saling berhubungan dan terbentuk konsep-konsep. Dan tahap 3 "selective coding", dengan tujuan mengelompokkan konsep yang dibentuk kemudian dipilih yang ada hubungannya dengan pembentukkan teori pada masalah penelitian.
      Jadi setelah dipilih yang ada hubungannya dengan pembentukan teori/konsep yang diteliti, baru kemudian masuk ke "theoretical note". Semoga semakin jelas ya...

      Hapus
  2. Untuk Teman-teman kelompok 4, pada presentasi dipaparkan bahwa ada 3 jenis variasi dari grounded theory menurut para ahli, jadi bagaimana strategi bagi seorang peneliti dalam memutuskan pemilihan salah satu jenis tersebut agar sesuai tujuan penelitian untuk memunculkan atau menemukan teori?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih pertanyaannya mbak ratana, mencoba menjawab ya. pemilihan variasi dari grounded yang mana akan dipilih tentunya akan tergantung pada tujuan penellitian. selain tujuan penelitian juga pada generalisasi ya, dimana generalisasi pada tradisional itu lebih memungkinkan dibandingkan dua pendekatan evoluted misalnya yang terbatas untuk generalisasinya apalagi untuk konstruktivis nya chamaz yang terbatas pada konteks dimana fenomena tersebut diteliti saja.

      Hapus
    2. Baik Bu Ani, boleh tanya lagi diantara 3 jenis variasi Grounded Theory tersebut menurut kelompok 4 mana yang lebih memudahkan peneliti dalam mencapai tujuan memuncukan atau menemukan teori baru?

      Hapus
    3. jika dilihat dari prosesnya yang sistematis dua pendekatan yaitu evolveddan konstruktivis lebim memungkinkan untuk kita ikuti langkah langkahnya ya, dimana kita masuk kedalam fenomena yang diteliti dan ada interaksi pada data data yang didapat. karena kelihatannya akan sulit untuk kita sebagai peneliti pemula bisa melepaskan dari fenomena yang kita teliti dalam jangka waktu yang lama dimana interaksi kita dengan data cukup intensif dan lama. Tapi coba mungkin ada pendapat lain ya. kalau yang saya pahami begitu. yang tradisional tetap berusaha mencegah nilai nilai peneliti masuk kedalam fenomena yang diteliti.

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Hai kelompok 4,ijin bertanya.. apakah yang menjadi fokus penelitian pada grounded theory? bila pada fenomenologi fokusnya pada pengalaman hidup,dan etnografi fokus pada budaya/ way of life,terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fokus dalam grounded theory adalah menemukan teori yang dapat menjawab kesenjangan yang terjadi dalam fenomena. Kesenjangan tersebut merupakan ketidaksesuaian kenyataan dengan yang seharusnya, atau tidak sesuai dengan nilai/standar yang benar. Untuk menjawab kesenjangan tersebut, maka dicarilah konsep atau teori. Penelitian grounded bertujuan untuk mencari teori/konsep baru jika belum cukup teori/konsep yang ada untuk menjawab kesenjangan tersebut.

      Hapus
    2. Saya tambahkan, pada GT lebih berfokus pada interaksi sosial...

      Hapus
    3. Membantu menambahkan, grounded theory merupakan level yang lebih tinggi dari metode kualitatif yang lain...sehingga jika ditemukan tema baru dari studi etno bisa langsung dilaporkan berupa hasil penelitian, pada grounded theory belum selesai

      Hapus
    4. kalau ada pelatihan grounded theory mau ya...biar sama2 kita belajar

      Hapus
    5. Penelitian GT dilakukan:
      1. ketika ada suatu fenomena namun tidak ada teory yg mampu menjelaskan fenomena tersebut
      2. Ketika ada theory namun data masih belum lengkap

      Hapus
  5. APakah pengetahuan tentang teori sebelumnya menjadi dasar dalam menemukan konsep baru ? apa indikator dan langkah menemukan konsep atau teori baru tersebut?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa menjadi dasar untuk pengembangan teori atau konsep baru dari fenomena yang belum terjawab dengan teori atau konsep dasar tersebut

      Hapus
  6. Teori dan konsep yang sudah ada merupakan dasar dalam menganalisa data-data yang didapatkan yakni tahap theoretical coding. Jika didapati data-data yang tidak bisa dikoding dengan teori/konsep yang sudah ada, maka kesenjangan itulah yang akan memunculkan teori/konsep baru.

    BalasHapus
  7. Mohon izin bertanya, kita tahu bahwa grounded theory merupakan jenis penelitian kualitatif yang paling tinggi dibandingkan jenis pendekatan kualitatif lainnya. Apakah menurut kelompok perlu ada kriteria atau kemampuan yang wajib dimiliki peneliti untuk melakukan penelitian jenis ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya, peneliti sebaiknya sudah memiliki rekam jejak penelitian kualitatif sebelumnya. Dengan adanya pengalaman kualitatif meskipun bukan GT, peneliti sudah pernah melakukan beberapa teknik pengumpulan data kualitatif seperti indepth interview, catatan lapangan dsb. Menurut Miller (2015) pada makalah kami, seorang peneliti pemula pada Grounded Theory dapat didampingi seorang Mentor sebagai upaya agar peneliti tidak kehilangan ide dan tema dari data yang diperolehnya...

      Hapus
    2. kelihatannya begitu mbak eka. kita bisa melakukan penelitian grounded theory jika sebelumnya setidaknya pernah meneliti untuk fenomenologi misalany, sehingga dalam proses analissi data, mencari makna, melakukan coding sudah ada pengalaman terlebih dahulu. walaupun memang menurut referensi mengatakan untuk pemula bisa didampingi oleh mentor. tapi setidaknya berlatih wawancara mendalam, beraltih FGD jadi bagian yang turut menentukan kelancaran proses penelitian grounded.

      Hapus
  8. Masih sangat tertarik tentang jenis grounded theory...Menurut kelompok, kapan dan bagaimana cara peneliti menentukan bahwa pengumpulan data yang dilakukan sudah cukup atau sudah bisa dihentikan untuk jenis grounded theory ini? Terima kasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Phenomenology

 LInk ppt :  Phenomenology     UNIVERSITAS INDONESIA         METODE PENELITIAN KUALITATIF : FENOMENOLOGI (untuk memenuhi penugasan mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif )           Oleh: KELOMPOK 2   Arianti (NPM : 2106769931 ) Dewy Haryanti Parman (NPM : 2006566242) Elsa Naviati (NPM : 2006512492 ) Ikeu Nurhidayah (NPM : 2106683076 ) Indanah (NPM : 2106683082)         FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN PROGRAM STUDI S3 ILMU KEPERAWATAN FEBRUARI 2022 KATA PENGANTAR   Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas kehendak-Nya penulis dapat menyusun tugas kelompok “Metode Penelitian Kualitatif: Fenomenologi”. Penulis mengucapkan terimakasih kepada Koordinator Mata Kuliah Metode Penelitian Kualitatif, Prof. Dra. Setyowati, S.Kp...

KELP2 : PENGUMPULAN DATA OBSERVASI

      MK METODOLOGI KUALITATIF PENGUMPULAN DATA OBSERVASI DALAM METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF   Kelompok 2 : Imelda Liana Ritonga Jathu Dwi Wahyuni Nelly Hermala Dewi Suroso Umi Eliawati Rachmalia M.Khotibul Umam     Pembimbing : Dr. Imami Nur Rahmawati, SKp, MSc       PROGRAM STUDI DOKTORAL KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA T.A. 2021/2022   Kata Pengantar       Segala puji syukur kami panjatkan kepada Alloh SWT atas rahmat dan karunianya sehingga makalah dengan topik “Pengumpulan Data Observasi Dalam Metodologi Penelitian Kualitatif   “ dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Metodologi Kualitatif pada Program Doktoral Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.   Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1.       Prof. Dra Setyowati, M.Ap...